MEMBANGUN KEKUATAN JIWA ATAU RUHIYAH
Ø Bagian sunnatullah dalam hidup dan kehidupan ini adalah Allah swt menjadikannya mengalami pasang surut, adakalanya menyenangkan, banyak kemudahan, tapi disaat lain penuh dengan kesulitan dan sarat kesusahan.
Ø Dalam kaca mata orang beriman, semua itu adalah bentuk dari ujian Allah swt (qs. Al Mulk: 2)
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan. (qs. 21: 35)
Ø Kehidupan dengan beragam permasalahannya mulai tingkat individu sampai internasional, sering menggoyahkan keimanan.
Ø Disinila dibutuhkan kekuatan jiwa atau ruhiyah, karena lemahnya jiwa menjadi malapetaka untuk semua
Ø Al Quran memberikan gambaran orang-orang yang memiliki kekuatan ruhiyah sehingga mampu menyikapi pasang surutnya kehidupan, seperti kisah nabi sulaiman as;
قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا ءَاتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
“40. berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab[1097]: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". (qs. An naml (27): 40)
[1097] Al kitab di sini Maksudnya: ialah kitab yang diturunkan sebelum Nabi Sulaiman ialah Taurat dan Zabur.
وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ وَقَالَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ. وَحُشِرَ لِسُلَيْمَانَ جُنُودُهُ مِنَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ.حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَاأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لاَ يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لاَ يَشْعُرُونَ. فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
“16. dan Sulaiman telah mewarisi Daud[1092], dan Dia berkata: "Hai manusia, Kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan Kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata". 17. dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).18. hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";19. Maka Dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) Perkataan semut itu. dan Dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (qs. 27: 16-19)
[1092] Maksudnya Nabi Sulaiman menggantikan kenabian dan kerajaan Nabi Daud a.s. serta mewarisi ilmu pengetahuannya dan kitab Zabur yang diturunkan kepadanya.
Disisi yang lain, Allah swa menggambarkan kisah nabi Ayyub as;
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ.فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَءَاتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ
“83. dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang". 84. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (qs. 21: 83-84)
وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ.ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ.وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لِأُولِي اْلأَلْبَابِ.وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلاَ تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ
“41. dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhan-nya: "Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dan siksaan". 42. (Allah berfirman): "Hantamkanlah kakimu; Inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum". 43. dan Kami anugerahi Dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai fikiran.
44. dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), Maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati Dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dialah Sebaik-baik hamba. Sesungguhnya Dia Amat taat (kepada Tuhan-nya).” (qs. 38: 41-44)
Ø Al Quran juga memberikan gambaran tentang orang yang lemah ruhiyahnya seperti fir’aun dan Qarun
Ø Apa yang bisa kita lakukan untuk membangun kekuatan jiwa atau ruhiyah?
1. Menumbuhkan rasa takut kepada Allah swt. Tidak ada perilaku yang lebih efektif yang menjadikan orang tidak berani meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangannya walaupun kesempatan terbuka lebar didepannya dari pada rasa takut. Sebaliknya saat rasa takut hilang dari diri seseorang, sesempit apapun peluang dan kesempatan orang untuk menyimpang dan melanggar aturan Allah, ia akan tetap berani melanggar aturan tersebut. (baca kisah tiga orang yang terperangkap dalam goa)
2. Bersemangat dalam melaksanakan ketaatan, dimana bukan sekedar menggugurkan kewajiban tapi dilakukan secara berkesinambungan
3. Menumbuhkan kecintaan kepada Allah dengan sebenarnya dan mencintai orang-orang yang taat kepada Allah. Kecintaan menjadikan seseorang akan selalu menyesuaikan diri dengan apapun yang diinginkan oleh yang dicintainya, karenanya ia siap berkorban apa saja untuk yang dicintainya. Demikian pula ketika kita mengaku mencintai Allah, tentu kita akan menyesuaikan diri dengan apapun yang diinginkan Allah dengan mematuri aturan dan ajaranNya, dan siap berkorban kapan saja dengan apa saja yang kita miliki, baik tenaga, waktu, pikiran, jiwa, raga dan lainnya.
4. Memiliki semangat untuk menjadi bagian orang-orang yang menegakkan ajaran Allah. (baca kisah para shahabat dan salafushshalih bagaimana perjuangan dan pengorbanan mereka dalam membela dan menegakkan kebenaran)
5. Selalu memperbarui taubatnya setiap saat, karena siapapun kita..sebersih apapun diri kita…dan seberapa besar kehati-hatian kita..kita tidak akan luput dan lepas dari kesalahan dan kekhilafan karena tidak ada manusia yang maksum (terjaga dari dosa), maka disinilah pentingnya senantiasa memperbarui taubat. Cukuplah Rasulullah saw sebagai contoh walaupun telah mendapat jaminan ampunan dari Allah swt, dalam seharinya beristighfar dan memohon ampunan Allah tidak kurang dari 70 sampai 100 kali…bagaimana dengan kita yang tidak mendapatkan jaminan apa-apa.