Senin, 28 November 2011

5. like father like son


LIKE FATHER….LIKE SON (2)
1.        Memberikan pendidikan yang terbaik; yang pertama dengan Makrifatullah (mengenal Allah) sehingga terhindar dari khurafat, tahayul dan mitos;
Dari ‘Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bersabda; “Barangsiapa yang mendidik seorang anak sehingga mengucapkan ‘Laa ilaha illal-laah’, maka Allah tidak akan menghisabnya.” (HR. Thabrani); menanamkan Makrifaturrasul (mengenal Rasulullah) agar memiliki teladan dan tidak salah memilih idola;
Dari Ali ra bahwa Nabi saw bersabda: “Didiklah anak-anak kalian dalam tiga hal, yaitu: Kecintaan kepada Nabimu, kecintaan kepada keluarga nabimu, dan membaca al Quran.” (al Munawi mengatakan bahwa sanad hadits ini dhaif); menanamkan pembinaan akhlak dan prilaku, Nabi saw bersabda: “Allah memberi rahmat kepada seorang ayah yang membantu anaknya untuk berbakti kepadanya.” (HR. Abu Syaikh); mengenalkan mereka dengan generasi terbaik dalam islam; mengajarinya al Quran dan menyediakan bacaan-bacaan yang baik yang menambah pengetahuan agama dan akademiknya, serta iman mereka.
2.        Merawat dan mendidik mereka sehingga merasakan kecintaan dan kasih sayang seorang ayah; Anas ra berkata: “Rasulullah saw selalu mengambil dan merangkul putranya Ibrahim lalu mengecup dan menciumnya.” (HR. Muslim), Aisyah ra meriwayatkan: “bahwa ketika Fathimah ra masuk menemui Nabi saw, maka Nabi saw berdiri menyambutnya, menciumnya dan mendudukkannya ditempatnya. Begitupun sebaliknya ketika Nabi saw menemuinya, maka Fathimah berdiri menyambutnya, menggandeng tangannya, menciumnya dan mendudukkannya ditempatnya. Dan saat sakit menjelang ajalnya, fathimah menemuinya, maka Nabi saw menyambutnya dan menciumnya.” (Asy Syaikhani); dari Anas ra, ia berkata: “Bahwa Rasulullah saw mengunjungi sahabat Anshar. Ia mengucapkan salam kepada anak-anak mereka dan mengusap kepala mereka.” (hr. an Nasai dengan derajat shahih); dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiap mempunyai anak perempuan, kemudian ia tidak menyakiti, tidak menghinakan, dan tidak menganaktirikannya dari saudara laki-lakinya, maka Allahakan memasukkannya ke surga.”
Dari Anas ra bahwa Nabi saw bersabda: “Barangsiapa membiayai pendidikan dan perawatan dua anak perempuan hingga baligh, ia datang pada hari kiamat bersamaku bagaikan ini (Nabi saw merapatkan jari-jarinya).” (hr. Muslim)
“Barangsiapa merawat dan menanggung tiga anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua saudara perempuan, atau dua anak perempuan, kemudian ia mendidiknya dengan budi pekerti yang baik dan menikahkannya, maka surga menjadi balasannya.” (hr. Abu Dawud)
“Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, atau tiga saudara perempuan, atau dua anak perempuan, atau dua saudara perempuan, kemudian ia memperlakukannya dengan baik, sabar atas perilakunya, serta takut kepada Allah dengannya, maka ia dijamin masuk surge.”
Dari Uqbah bin Amir al Juhani bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan, dan sabar dalam merawat dan mendidiknya, memberikan makan, minum dan pakaian kepada mereka dari jerih payahnya, maka kelak pada hari kiamat mereka menjadi penghalang baginya dari api neraka.” (hr. Ahmad)
3.        Memenuhi kebutuhan mereka dengan baik dan menepati janji
Dari Abu Mas’ud al Badri ra dari Nabi saw bersabda: “Apabila seorang ayah memberikan nafkah kepada keluarganya karena berharap ridha Allah, maka hal itu menjadi shadaqah baginya.” (hr. Muttafaqun alaih)
Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Satu dinar yang kamu infaqkan kepada jalan Allah, pembantu, fakir miskin, dan kepada keluargamu; tentu yang paling besar pahalanya adalah yang kamu infaqkan untuk keluargamu.”
Nabi saw bersabda: “Cukuplah seorang dianggap berdosa adalah yang menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.” (hr. Muslim, Abu Dawud dan lainnya)
4.        Berlaku adil kepada mereka dan tidak pilih kasih baik dalam pemberian, nafkah dan atau perlakuan. Ketidakadilan dan sikap pilih kasih orang tua terhadap anak akan menimbulkan kecemburuan dan kedengkian dalam jiwa anak karena merasa disisihkan. Firman Allah swt:
øŒÎ) (#qä9$s% ß#ßqãs9 çnqäzr&ur =ymr& #n<Î) $oYŠÎ/r& $¨YÏB ß`øtwUur îpt7óÁãã ¨bÎ) $tR$t/r& Å"s9 9@»n=|Ê AûüÎ7B ÇÑÈ   (#qè=çGø%$# y#ßqムÍrr& çnqãmtôÛ$# $ZÊör& ã@øƒs öNä3s9 çmô_ur öNä3Î/r& (#qçRqä3s?ur .`ÏB ¾ÍnÏ÷èt/ $YBöqs% tûüÅsÎ=»|¹ ÇÒÈ  

5.        Menanamkan akhlak mulia kepada anak
REFERENSI
1.      Syakhshiyyatul Muslim; DR. Ali al Hasyimi
2.      Biar Kuncupnya Mekar Jadi Bunga; M Anis Matta
3.      Cinta Di Rumah Hasan Al Banna; Muhammad Lili Nur Aulia
4.      40 Tanggungjawab Orang Tua Terhadap Anak; Drs. M. Thalib
5.      Beberapa sumber dari internet.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar