Rabu, 16 November 2011

2. Menyingkirkan Gangguan Dari Jalan


BERKARYA DI DUNIA…MERETAS JALAN KE SURGA
2. MENYINGKIRKAN GANGGUAN DARI JALAN
عَنْ مُعَاوِيَةَ بن قُرَّةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: كُنْتُ مَعَ مَعْقِلِ بن يَسَارٍ فِي بَعْضِ الطُّرُقَاتِ، فَمَرَرْنَا بِأَذًى فَأَمَاطَهُ أَوْ نَحَّاهُ عَنِ الطَّرِيقِ فَرَأَيْتُ مِثْلَهُ فَأَخَذْتُهُ فَنَحَّيْتُهُ، فَأَخَذَ بِيَدِي، فَقَالَ: يَا ابْنَ أَخِي، مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ؟ قُلْتُ: يَا عَمِّ رَأَيْتُكَ صَنَعْتَ شَيْئًا فَصَنَعْتُ مِثْلَهُ، فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:"مَنْ أَمَاطَ أَذًى عَنْ طَرِيقِ الْمُسْلِمِينَ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ، وَمَنْ تُقُبِّلَتْ مِنْهُ حَسَنَةٌ دَخَلَ الْجَنَّةَ"وَاللَّفْظُ لِحَدِيثِ الْعَبَّاسِ الْعَنْبَرِيِّ.

Dari Mu’awiyah bin Qurrah dari ayahnya, ia berkata: “saya bersama Ma’qal bin Yasar dalam satu perjalanan, kemudian kami melewati gangguan (yang mengganggu di jalan), maka ia menyingkirkannya. Kemudian saya menemui hal yang sama, maka saya mengambilnya, kemudian menyingkirkannya. Maka ia memegang tanganku dengan berkata: “wahai keponakanku, apa yang mendorongmu melakukan hal itu?”. Saya menjawab: “wahai pamanku, saya melihatmu melakukan hal itu, maka saya pun melakukan seperti yang yang telah engkau lakukan.” Maka ia (Ma’qal bin Yasar) berkata: “saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa menyingkirkan gangguan dari jalan kaum muslimin, maka akan dicatat untuknya satu kebaikan, dan barangsiapa yang diterima darinya satu kebaikan, maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)
PENJELASAN:
Diantara amalan yang lebih ringan dari sedekah susu adalah menyingkirkan gangguan dijalan, karena tidak membutuhkan dana atau tenaga yang besar. Walaupun amalan ini ringan, tapi dapat mengantarkan pelakunya menuju surga.
Diantara bentuk-bentuk tindakan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah:
1.      Memotong ranting pohon yang menganggu para pengguna jalan.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللَّهِ لأُنَحِّيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لاَ يُؤْذِيهِمْ. فَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ ».
Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Ada seorang laki-laki melewati sebuah ranting pohon yang melintang di atas badan jalan, lalu ia berkata: “Demi Allah aku akan memotong ranting ini agar tidak mengganggu kaum muslimin.” Maka ia pun dimasukkan ke dalam surga. (HR. Muslim)
2.      Menebang batang pohon yang tumbuh di tepi jalan dan mengganggu para pengguna jalan.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِى الْجَنَّةِ فِى شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِى النَّاسَ ».
Dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda: “Sungguh aku telah melihat seorang lelaki tidur-tiduran di dalam surga karena telah memotong sebatang pohon yang tumbuh di badan jalan yang mengganggu kaum muslimin.” (HR. Muslim)
3.      Memindahkan batang pohon yang mengganggu para pengguna jalan ke tempat yang tidak mengganggu mereka.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَتْ شَجَرَةٌ فِي طَرِيقِ النَّاسِ تُؤْذِي النَّاسَ، فَأَتَاهَا رَجُلٌ فَعَزَلَهَا عَنْ طَرِيقِ النَّاسِ، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " فَلَقَدْ رَأَيْتُهُ يَتَقَلَّبُ فِي ظِلِّهَا فِي الْجَنَّةِ "
Dari Anas bin Malik berkata: ada sebatang pohon yang mengganggu kaum muslimin, lalu ada seorang lelaki yang mencabut dan menjauhkannya dari jalan kaum muslimin. Lalu Nabi saw bersabda: “Sungguh aku telah melihatnya tidur-tiduran di bawah naungan pohon itu di surga.” (HR. Ahmad)
4.      Menyingkirkan batu-batu (yang membahayakan) dari jalan.
عَنْ أَبِي الْفَيْضِ، قَالَ: سَمِعْتُ أَبَا شَيْبَةَ، يَقُولُ: كَانَ مُعَاذٌ يَمْشِي وَرَجُلٌ مَعَهُ، فَرَفَعَ حَجَرًا مِنَ الطَّرِيقِ، فَقَالَ: مَا هَذَا؟ فَقَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:"مَنْ رَفَعَ حَجَرًا مِنَ الطَّرِيقِ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ، وَمَنْ كَانَتْ لَهُ حَسَنَةٌ دَخَلَ الْجَنَّةَ" الْحَجَّاجُ بن عُثْمَانَ السَّكْسَكِيُّ عَنْ مُعَاذِ بن جَبَلٍ
Dari Abu al Faidh berkata: saya mendengar Abu Syaibah, berkata: Mu’adz berjalan bersama seorang lelaki, lalu ia menyingkirkan batu dari jalan, maka (lelaki itu) berkata: “apa yang kamu lakukan ini?”, maka ia (Mu’adz) berkata: “saya mendengar Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa mengangkat sebuah batu dari jalan, akan dicatat untuknya suatu kebaikan, dan barangsiapa yang dicatat untuknya suatu kebaikan, maka ia akan masuk surga.” (HR. Thabrani)
5.      Menyingkirkan sobekan kertas yang bertuliskan ayat al Quran, hadits nabi saw, atau asma Allah dari jalan. Sebagaimana kisah Bisyr al Hafi
6.      Menyingkirkan semua gangguan dari jalan yang dilewati kaum muslimin, seperti paku, kayu, duri, sampah dan apapun yang mengganggu kaum muslimin.
عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « عُرِضَتْ عَلَىَّ أَعْمَالُ أُمَّتِى حَسَنُهَا وَسَيِّئُهَا فَوَجَدْتُ فِى مَحَاسِنِ أَعْمَالِهَا الأَذَى يُمَاطُ عَنِ الطَّرِيقِ وَوَجَدْتُ فِى مَسَاوِى أَعْمَالِهَا النُّخَاعَةَ تَكُونُ فِى الْمَسْجِدِ لاَ تُدْفَنُ ».
Dari Abu Dzar ra dari Nabi saw: “Dipampangkan di depanku semua amalan umatku, baik yang baik maupun yang buruk, lalu aku mendapati diantara amal kebaikan mereka adala gangguan yang disingkirkan  dari jalan; dan aku mendapati diantara amal keburukan mereka adalah berdahak yang diludahkan di masjid dan tidak dipendamnya.” (HR. Muslim)

KESIMPULAN:
Amal dunia berupa menyingkirkan semua bentuk gangguan di jalan bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk senantiasa menghadirkan kenyamanan bagi saudara-saudara kita yang lain ditengah perjalanannya agar selamat sampai tujuannya tanpa mengalami gangguan sedikitpun. Kelak di akhirat semoga kita termasuk diantara orang yang mendapat kenikmatan surga dengan amal dunia ini. Amin. Wallahu a’lam bishshawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar