Rabu, 16 November 2011

Mewaspadai Jebakan Musuh Utama Manusia


بسم الله الرحمن الرحيم
MEWASPADAI SIASAT PENYESATAN MUSUH UTAMA MANUSIA
(sebuah pengantar mengenal strategi musuh-musuh islam menjauhkan umat islam dari ajarannya)
Kalimat syahadat ‘Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’ adalah kunci satu-satunya yang mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Karenanya semua Rasul mengajak dan menyeru umatnya kepada kalimat ini. Firman Allah swt:
110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al Kahfi: 110)
172. dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", (QS. Al A’raf: 172)
Dari Mu’adz bin Jabal ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang akhir ucapannya (sebelum meninggal) adalah Laa Ilaha Illallah, maka ia masuk surga.” (HR. Abu Daud dalam Sunannya)
Maka hal ini menjadi penting bagi kita untuk memahaminya dengan baik dan benar, lebih-lebih dari sudut pandang musuh utama orang-orang beriman,yakni setan.
Ada kaidah-kaidah dalam islam yang perlu kita pahami dengan baik, yaitu:
-          Pertarungan abadi antara manusia dengan setan (QS. Fathir: 6-7)
-          Allah menciptakan surga dan neraka, berarti telah disiapkan para penghuninya. Dan itu artinya kita tidak akan masuk surga semuanya. (QS. Asy Syura: 6-7)
-          Skenario kehidupan yang dituliskan Allah adalah di ujung kehidupan ada surga dan neraka yang siap menanti dan menyambut manusia di kemudian hari. Sedangkan di awal perjalanan kehidupan, ada setan dan syahwat yang selalu menggoda. Dan di samping kanan dan kiri manusia, ada malaikat yang bertugas mencatat seluruh ucapan dan perbuatan, dan ia tidak dilengkapi dengan syahwat. Ditengah perjalanan kehidupan, Allah memberikan perlengkapan tempur untuk menghadapi setan dan syahwat, yaitu para rasul yang diutus, kitab suci sebagai panduan dan pegangan dan akal nurani. Adapun bagaimana strategi perangnya, dikembalikan kepada manusia sendiri. Musuhnya sudah dijelaskan, hasil peperangan sudah di gambarkan. (QS. Al Infithar: 10-12)
-          Surga yang Allah sediakan tidak diberikan secara cuma-Cuma kepada manusia, tapi ada harga yang harus dibayar. (QS. Ali Imran (3): 142)
-          Keimanan diciptakan Allah di dalam hati. Dan sifat hati selalu berubah-rubah, tidak permanen.
-          Aturan-aturan agama tidak menghilangkan kekuatan-kekuatan jahat dalam hati manusia, tapi hanya meminimalisirnya dengan bersamaan memperbesar semangat berbuat baik dalam diri. Karenanya dosa adalah keniscayaan. Maka Allah menyiapkan jalan bagi manusia untuk kembali yang bernama taubat.
Jika kaidah-kaidah ini sudah kita pahami dan yakini; maka level selanjutnya adalah “bagaimana kita menyiapkan diri untuk melakukan pertempuran menghadapi syahwat yang inheren pada diri kita dan setan yang selalu siaga mengirimkan sinyal-sinyal negatifnya untuk mengelola syahwat kita?
Ada tujuh cara setan dalam mempengaruhi manusia. Dan setelah mengetahui tujuh cara ini, kita ukur ada dimana diri kita?
Pertama: Setan mengajak manusia untuk menjadi syirik dan kufur (qs. Al A’raf (7): 16-17). Berapa jumlah penduduk bumi sekarang dan berapa yang muslim?
Kedua: Bid’ah (qs. Al Baqarah (2): 169-170/ al maidah (5): 104/ al a’raf (7): 27), adalah melaksanakan ibadah dalam agama tanpa dilandasi ilmu (inilah inti bid’ah). Saat orang beribadah tanpa ilmu, mereka akan menambah apa yang tidak perlu ditambah dan mengurangi apa yang seharusnya tidak boleh berkurang. Inilah bahayanya. Sebagai contoh berapa banyak aliran sesat dalam tubuh umat islam dll.
Ketiga: al Kabaair (Dosa-dosa besar) (qs. An Nisaa’ (4): 31). Imam Ibnul Qoyyim mengatakan asal usul dosa-dosa besar ada empat, yaitu: dosa binatang ternak (dalam makanan dan seksual); dosa binatang buas (merampas, membunuh, mengintimidasi, menyakiti. Pelakunya yang memiliki kekuasaan, kekuatan, kemauan dan keberanian); dosa setan (yang memperdaya, memanipulasi, membuat makar, merekayasa); dan dosa kekuasaan (mereka yang suka memperhamba manusia lain dan senang dituhankan)
Ke empat: as Shaghaair (dosa-dosa kecil) (qs. Ali Imran (3): 135), karena sulitnya menjaga diri dari hal ini, maka Allah swt menyiapkan mekanisme pembersihan dosa-dosa kecil seperti berwudhu, berjalan ke masjid, shalat berjama’ah. Tapi hati-hatilah seringnya terjatuh pada dosa-dosa kecil akan membunuh imunitas kita terhadap perasaan berdosa.
Ke lima: al Mubaahat (memperbanyak perbuatan mubah) seperti berlebihan dalam hal makan, minum, tidur, hiburan dll.
Ke enam: Menjauhkan manusia dari kesempatan-kesempatan utama. Saat ke lima jebakan diatas tidak mempan, maka setan menjebak dengan kehilangan kesempatan-kesempatan utama sehingga berkurang kebaikannya.
Ke tujuh: menyerang langsung secara fisik, dengan mengerahkan sekutunya agar menciptakan perasaan benci pada sosok ini.
Ada dilevel berapa kita dalam menghadapi setan?, maka disini yang terpenting bagaimana menentukan Finish hidup kita.

LANGKAH-LANGKAH AGAR TETAP ISTIQOMAH DAN SELAMAT DARI JEBAKAN SYETAN:
1.    Bekali diri dengan ilmu.
2.    Cari Lingkungan yang kondusif karena ia bisa mempengaruhi stabilitas diri kita (qs. Al Kahfi (18): 28-31).
28. dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
29. dan Katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; Maka Barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan Barangsiapa yang ingin (kafir) Biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
30. Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.
31. mereka Itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera Halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;
3.    Lakukan Muhasabah, sebagai upaya mengontrol gerakan hati dan niat kita (qs. Ali Imran (3): 190-191).
4.    Memperbanyak dzikrul maut, karena ia yang paling kuat menahan kita berbuat maksiat (qs. Al Munafiqun (63): 9-11).
5.    Karena tergoda adalah sifat manusiawi manusia, karenanya kenali pusat kelemahan kita (qs. Al A’raf (7): 200-202).
200. dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah[590].
201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
202. dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan).[590] Maksudnya: membaca A'udzubillahi minasy-syaithaanir-rajiim.
Wallahu a’lam bishshawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar