Rabu, 16 November 2011

Pahala Yang Terus Mengalir...Dosa Yang Terus Mengalir


بسم الله الرحمن الرحيم
PAHALA YANG TERUS MENGALIR…. DOSA YANG TERUS MENGALIR…

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ (12)

12. Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. Yasin (36): 12)
Sudah menjadi ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa kehidupan kita di dunia akan berakhir dengan kematian, juga Allah mencatat semua amal kita dan apa saja yang kita tinggalkan selama hidup. Lalu semua itu dikumpulkan dalam sebuah kitab.
Mari kita coba berhenti sejenak merenungi Firman Allah, “wa aatsaarahum.. (dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan)”.
Ini penting untuk kita renungkan, karena bukan hanya amal-amal kita yang diperhitungkan Allah di hadapanNya, tapi juga bekas-bekas yang kita tinggalkan di dunia.
Pembicaraan kebaikan dan keburukan sudah terlalu sering kita dengar dan baca. Juga ulasan tentang nikmatnya amal jariyah. Sekali lagi tema tersebut sudah berulang kali kita dengar dan pikirkan.
Tapi boleh jadi jarang atau belum terdengar atau terpikir apabila kebalikannya yang terjadi, yaitu ketika justru keburukan yang terus mengalir kepada kita mesti kita telah tiada di muka bumi ini?, jika justru kejahatan yang balasannya terus mendatangi kita, meski kita sudah tidak hidup lagi?, dan ketika justru aliran dosa demi dosa terus mengalir ke diri kita yang sudah mati?. Inilah yang mesti kita renungkan dari penggalan ayat di atas.
Para ulama memberikan penjelasan panjang tentang kondisi manusia bila telah meninggal. Ada dua kategori manusia bila dilihat dari aliran kebaikan atau keburukan dari apa yang ia lakukan semasa hidup.
1.    Mereka yang meninggal dan terputus semua aliran kebaikan dan keburukannya. Maka Ia hanya memiliki apa yang telah ia kerjakan semasa hidup di dunia.
2.    Mereka yang meninggal dan masih memiliki aliran kebaikan dan keburukan yang dilakukannya semasa hidup. Kelompok ini ada tiga bagian:
A.    Orang yang meninggal dan tetap mendapat aliran balasan kebaikan dan keburukannya selama di dunia. Nasibnya akan tergantung mana yang lebih berat timbangannya.

B.    Orang yang meninggal dan terputus semua aliran keburukan yang pernah ia lakukan di dunia, tinggal kebaikannya yang mengalir. Nasibnya mendapatkan balasan kebaikan dari Allah swt sesuai tingkat keikhlasannya, pengorbanannya dalam melakukan amal shalih di dunia. Inilah yang disebut amal jariah.
C.   Orang yang meninggal dan terputus semua aliran kebaikannya, yang tertinggal hanya aliran keburukannya. Nasibnya kian hari akan terus bertambah dan bertambah. Kita berlindung kepada Allah dari keadaan ini.
Karenanya Imam Abu Hamid al Ghozali menegaskan, “Beruntunglah orang yang bila ia mati, mati bersamanya dosa-dosanya. Kesengsaraan yang panjanglah bagi orang yang mati, tapi dosa-dosanya tidak mati selama seratus tahun, dua ratus tahun, atau lebih lama dari itu yang membuatnya tersiksa di dalam kuburnya.” (ihya ulumuddin 2/73)
Berkaitan dengan dosa yang terus mengalir Allah swt berfirman pula dalam surat an Nahl ayat 24-25, agar kita lebih waspada dan berhati-hati:
#sŒÎ)ur Ÿ@ŠÏ% Mçlm; !#sŒ$¨B tAtRr& ö/ä3š/u   (#þqä9$s% 玍ÏÜ»yr& šúüÏ9¨rF{$# ÇËÍÈ   (#þqè=ÏJósuÏ9 öNèdu#y÷rr& \'s#ÏB$x. tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$#   ô`ÏBur Í#y÷rr& šúïÏ%©!$# OßgtRq=ÅÒムΎötóÎ/ AOù=Ïã 3 Ÿwr& uä!$y $tB šcrâÌtƒ ÇËÎÈ  
24. dan apabila dikatakan kepada mereka "Apakah yang telah diturunkan Tuhanmu?" mereka menjawab: "Dongeng-dongengan orang-orang dahulu",
25. (ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, Amat buruklah dosa yang mereka pikul itu.


KESIMPULAN
Mari kita sadari lebih jauh keadaan kita hari ini, coba kita pikirkan, adakah ide dan pikiran kita yang telah sampai ke banyak orang, tapi bermuatan penyimpangan dan dosa di hadapan Allah swt, lalu mereka melakukan ide dan pikiran kita?, adakah tulisan, perkataan dan perbuatan kita yang bermakna dosa, tapi kemudian diikuti dan dilakukan oleh orang lain?, lalu orang lain itu ditiru oleh orang lainnya melakukan dosa yang asalnya kita lakukan?.
Kita memohon ampunan Allah dan lebih waspada berbuat di hari esok, dengan senantiasa memperbanyak aliran kebaikan kelak saat waktu beramal sudah tidak ada lagi. Wallahu a’lam bishshawab.


  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar